Minggu, 28 Juni 2015

sebagai titik lelah pemudik ke arah timur




SRAGEN – Sebagai titik lelah yang dilalui pemudik dari arah barat ke timur, kabupaten Sragen mengantisipasi segala hal yang menyebabkan kecelakaan terjadi dengan beberapa tindakan. Antara lain, memasang pita kejut dan sejumlah rambu lalu lintas.
arussragenDijelaskan Bintoro, Kepala Bidang (KaBid) Angkutan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kab.Sragen, titik lelah di kabupaten Sragen yang sering dialami para pemudik adalah Jl. Sragen-Mantingan dengan trek lurus, Jl.Sragen-Solo di ruas Jetak-Duyungan. “Jalur Jl. Sragen Solo khususnya di Jetak – Duyungan merupakan jalur lurus dan panjang yang menyebabkan pengendara sepeda motor dan mobil terlena. Justru kalau trek halus,lurus dan panjang meruapakan titik yang harus diwaspadai,” jelasnya.
Lanjutnya, Dishubkominfo juga mendeteksi lokasi yang menyebabkan padat merayap, yakni seputar Pasar Bunder, pasar tumpah di Gabungan (Tanon), pasar tumpah di Made (Ngrampal) serta seputaran pasar Gemolong. “Jalur di sekitar pasar-pasar memang rawan padat merayapnya kendaraan yang melaju” tambahnya.
Dia menambahkan, untuk jalur rawan antrean panjang kendaraan, Dishubkominfo akan memasang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). “ Kami akan memasang APILL dan atur ulang durasi lampu lalulintas di persimpangan besar. Bila masih saja terjadi antrean kendaraan, kami akan terjunkan petugas secara manual untuk mencairkan kepadatan arus,” tambahnya. ( Rep : Dyh – Edt : N.Hart – Humas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar